Pantaskah Saya Mendua

Sering saya melihat berita kriminal di televisi, seorang kekasih membunuh bahkan ada yang tega memutilasi pasangannya. Sering juga ditemui seorang anak manusia berbuat kemusrykan [menjual keyakinannya kepada Allah SWT] dengan pergi ke dukun untuk meminta pelet agar kekasihnya tak berpindah tangan. Dan banyak cerita lain yang serta tindakan yang dilakukan dengan energi yang luar biasa, semuanya itu hanya karena cemburu terhadap pasangannya.

Mengamati cerita-cerita heroik akibat kecemburan itu saya tersandung oleh Ayat Al Quran yang berbunyi : Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (Al Quran 4 : 116).

Manusia saja ketika diduakan emosinya bukan main memuncak sehingga lupa diri tentang fitrah kemanusiaannya yang tidak tega menyakiti makhuk lain dan lupa atas larangan Allah SWT tentang dilarang membunuh.

Bagaimana dengan Allah SWT?Ternyata Allah SWT juga cemburu terhadap hamba-Nya yang menduakannya. Buktinya, siapa yang mempertuhankan selain dari pada-Nya ia laknat dengan memasukan hamba itu sebagai golongan yang musyrik.  Dan Allah SWT tidak akan mengampuni dosanya.

Akan tetapi saya tidak melihat Allah SWT mematikan atawa lagi memutilasi hamba-Nya yang selalu dicintaiNya itu. Bukti cintanya Allah SWT, Ia senantiasa mengucurkan rezki dan rahmat serta dibiarkan hidup sampai ketentuan yang hanya Dia yang tahu.

Allah SWT hanya mencap hamba yang mendua itu sesat sesesat-sesatnya. Dan hanya di akhirat nanti Allah SWT akan memberikan perhitungan; “Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya (Al Quran 4:121).

Dari mengkaji ayat ini saya menjadi ngeri juga, meski Allah SWT tidak memutilasi hamba-hamba yang menduakannya seperti yang dilakukan manusia yang cemburu seperti diberitakan TV itu, akan tetapi nanti di akhirat ternyata Allah SWT memberikan perhitungan, di mana manusia yang menduakan Allah SWT itu tidak bisa lagi lari dari azab yang paling buruk yaitu Jahannam. Parahnya lagi kekal di dalamnya. Nauzubillahimindzalik.

“Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya,” (Al Quran 3: 197).

Lalu saya pun mencari tahu apa sih menduakan (Syirik) Allah SWT itu?  Dalam kamus besar bahasa indonesia Syirik itu bermakana :

“Syirik n penyekutuan Allah dng yg lain, msl pengakuan kemampuan ilmu dp kemampuan dan kekuatan Allah, pengabdian selain kpd Allah Taala dng menyembah patung, tempat keramat, dan kuburan, dan kepercayaan thd keampuhan peninggalan nenek moyang yg diyakini akan menentukan dan mempengaruhi jalan kehidupan; men·syi·rik·kan v menduakan Allah (menganggap Allah lebih dr satu dng menyembah tempat keramat dsb); menyekutukan Allah.”  [http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php]. 

Ternyata dari pengertian secara harfiah dari kamus saja saya temui bahwa syirik itu bukan berarti hanya sekedar menyembah selain Allah SWT saja. Syirik juga berarti percaya kepada tempat keramat, kesaktian peninggalan nenek moyang seperti benda keramat termasuk juga di sini percaya pada keampuhan dukun yang mampu merubah jalan hidup dan ramalan.Begitu juga ketika saya mencari makna dari kata Tuhan. Karena ketika bertuhan selain dari pada Allah SWT, berarti kita musyrik. Tuhan dalam KBBI

:Tuhan n 1 sesuatu yg diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sbg yg Mahakuasa, Mahaperkasa, dsb: — Yang Maha Esa; 2 sesuatu yg dianggap sbg Tuhan: pd orang-orang tertentu uanglah sbg — nya; ber·tu·han v 1 percaya dan berbakti kpd Tuhan; beribadah: orang yg tidak ~ , orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan; memuja sesuatu sbg Tuhan: janganlah kita ~ kpd berhala; ber·tu·han·kan v bertuhan kpd: ia ~ harta benda saja; me·nu·han·kan v menjadikan sesuatu sbg Tuhan; mempertuhan; mem·per·tu·han v menganggap (memuja dsb) sesuatu sbg Tuhan; memperdewakan; menuhankan; mem·per·tu·han·kan v mempertuhan; ke·tu·han·an n 1 sifat keadaan Tuhan; 2 segala sesuatu yg berhubungan dng Tuhan: hal-hal ~ , yg berhubungan dng Tuhan; ilmu ~ , ilmu mengenai keadaan Tuhan dan agama; dasar ~ ,kepercayaan kpd Tuhan Yang Maha Esa [Ibid]

Saya lihat dari makna kata Tuhan dalam KBBI itu memuja sebagai Tuhan itu artinya mempertuhankan. Ketika memuja Allah SWT berarti kita memuja dan menganggap Allah yang Maha Berkuasa.Nah, ketika kita memuja makhluk sama bahkan melebihi memuja Allah SWT pada prinsipnya kita sudah mempertuhankan makhluk itu. Ketika kita mencintai apa saja di dunia ini (Uang, Harta, Tahta, Wanita, Kerja, Diri kita sendiri, Orang Tua Ect) melebihi cinta kita kepada Allah SWT berati kita sudah mempertuhankan makhluk itu. 

Nah, masih menurut kamus KBBI, itu adalah kemusyrikan.Untuk itu, saya merasa harus sangat hati-hati dengan hati saya, Saya berlindung kepada Allah SWT, saya takut tergelincir dari pemujaan sesat yaitu makhluk ciptaan Allah SWT. Saya takut Allah SWT cemburu dan justru memberi azab yang abadi di tempat yang paling buruk nantinya. Nauuzubillahimindzalik.

Bagi saya cukup yakin dan percaya bahwa Allah SWT adalah segala-galanya.

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (kekuasaan) Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al Quran 2: 255).

Subhanallah, Astagfirullah. Wallahua’lambisawab. 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*