Bisakah Jin Dimasukin ke Botol dan Dipindahkan?

Ilustrasi :jin versi hayalan. (Bombastis)

Dulu sangat sering kita melihat tontonan di salahsatu TV swasta dengan tajuk memburu hantu, menangkap jin di rumah-rumah dan memasukkan ke dalam botol. Acara yang mengandung nilai mistis, spiritualis dan magis tersebut jadi mahsyur, kayun dan banyak ditonton pemirsa. Rating acara TV itu meningkat, iklan pun melekat kuat.

Tidak sedikit pula orang-orang yang terkesima dan terhipnotis, dengan acara itu, sampai-sampai ada pula yang mau menggelontorkan uang ratusan juta untuk mengundang ke rumah membersihkan rumah dari jin-jin penganggu. Setelah itu, ditayangkan pula di TV, ending acara di tempelin sticker di rumah tersebut, “rumah ini sudah disterilkan”.

Para pemburu hantu ini menangkap jin dengan gaya silat dan dorongan pernapasan dalam, sampai mengedan-ngedan seperti orang sedang duduk di closed. Pergulatan sengit terjadi dan saling terjang. Melompat dan menangkap, tidak lupa jurus kibas sana kibas sini, menekan dan mendorong dan huppps jinnya ditangkap dan dimasukin botol terus disegel dengan salam pancasila.

Jin terbuat dari Api

Seperti dilansir Republika, Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam bukunya Al-Bidayah Wan-Nihayah yang diringkas Ahmad Al Khani menjelaskan tentang jin.

Menurutnya, jin dulu pernah tinggal di bumi sebelum manusia.

Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah dijelaskan kepada kalian semua.” (HR Muslim dan Ahmad).

Dalam bukunya Ibnu Katsir menjelaskan, banyak ulama ahli tafsir mengatakan, jin diciptakan sebelum penciptaan Nabi Adam Alaihissalam.

Penghuni bumi sebelum manusia adalah Hin dan Bin. Allah menjadikan jin menguasai mereka. Jin membunuh mereka kemudian tinggal di bumi setelah terjadi peperangan.

Adh-Dhahhak dari Ibnu Abbas mengatakan, setelah jin membuat berbagai kerusakan di muka bumi dan menumpahkan darah, Allah mengutus Iblis kepada mereka, bersama para tentara dari langit. Mereka membunuh para jin dan mengusirnya dari bumi ke pulau-pulau di tengah laut.

Hasan Al Bashri mengatakan, Iblis bukan dari golongan malaikat sedikit pun. Akan tetapi iblis adalah asal-mula para jin, sebagaimana Adam asal-mula manusia. Para jin diciptakan dari api. Mereka seperti bani Adam yang makan, minum, dan berketurunan.

Di antara para jin ada yang mukmin dan ada pula yang kafir. Pendapat yang benar adalah jin yang mukmin akan masuk surga.

Sementara Iblis sebelum bermaksiat kepada Allah, bernama Azazil dan julukannya Abu Kurdus.

Dari Jabir dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air. Lalu menyebarkan para prajuritnya ke tengah-tengah manusia. Siapa yang posisinya paling dekat dengan manusia maka dialah yang besar fitnahnya.” (HR Muslim dan Ahmad).

Nah, apabila kita lihat dalil yang menjelaskan asal mula jin terbuat dari api seperti dimaksud dalam surat Ar Rahman, “dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.” (Ar-Rahman:15). Nyala api tanpa asap, dapat diartikan hawa panas. Masih termasuk pada angin panas. Jadi kalau dia benar-benar dalam bentuk zat seperti angin misalnya, apa iya bisa ditangkap dan dimasukin botol ?

Bisa saja yang dia tangkap adalam imajinasinya sendiri yang dimainkan oleh jin yang menyurupi diri pemburu tersebut, wallahualam, siapa yang bisa menjamin menangkap angin nga bakal lepas?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.